Beranda Minut Seleksi Paskibraka Minut 2026 Dinilai Amburadul, Orang Tua Cium Aroma ‘Titipan’

Seleksi Paskibraka Minut 2026 Dinilai Amburadul, Orang Tua Cium Aroma ‘Titipan’

8
0

MINAHASA UTARA – Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) tahun 2026 menjadi sorotan publik. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Minut dituding tidak profesional dan kurang transparan, hingga memicu dugaan adanya praktik “titipan” dalam penentuan kelulusan siswa

​Kekecewaan para orang tua wali memuncak saat mendapati daftar nama peserta yang lolos telah beredar luas melalui grup WhatsApp, padahal rilis resmi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat dikabarkan belum diterbitkan secara formal.

​”Belum diumumkan rilis resmi dari BPIP Pusat, tapi sudah ada grup WhatsApp terkait nama-nama calon Paskibraka yang lulus. Lebih parah lagi, hasil kelulusan diposting lewat pesan pribadi ke peserta,” ungkap salah satu orang tua wali kepada media, Kamis (7/5/2026).

​Sorotan tajam juga tertuju pada hasil Tes Intelegensia Umum (TIU). Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat anomali di mana peserta dengan nilai rendah justru dinyatakan lolos, sementara peserta dengan nilai unggul tereliminasi.

  • Nilai Ambang Batas: Adanya peserta dengan nilai TIU hanya 40 yang dinyatakan lolos seleksi.
  • Eliminasi Tak Wajar: Peserta dengan nilai tinggi di kisaran 70 hingga 80 justru dinyatakan tidak lulus.
  • Sistem Gugur Dipertanyakan: Prosedur seleksi yang seharusnya bersifat eliminatif berdasarkan skor objektif diduga telah dimanipulasi.

​”Anak kami merasa dirugikan dan perjuangannya sia-sia. Kami menduga ada kecurangan dan permainan dalam seleksi ini,” tegas narasumber tersebut, sembari menekankan dampak buruk bagi mental para siswa.​Hingga berita ini diturunkan, Kepala Badan Kesbangpol Minahasa Utara, Sammy Rompis, belum memberikan klarifikasi. Saat dikonfirmasi via pesan singkat WhatsApp pada Kamis (7/5/2026), pihak Kesbangpol enggan memberikan komentar terkait dugaan prosedur yang dianggap amburadul tersebut.​Melihat carut-marutnya proses perekrutan ini, para orang tua mendesak Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dan BPIP Pusat untuk segera turun tangan melakukan evaluasi total. Hal ini dianggap penting demi menjaga integritas Paskibraka sebagai simbol patriotisme dan kejujuran generasi muda, agar tidak tercoreng oleh kepentingan oknum tertentu.

(Billy)

Artikulli paraprakInvestasi Minahasa Utara Melambung di TW I 2026: Tembus Rp779 Miliar, Bupati JG Optimis Lampaui Target
Artikulli tjetërMenepis Polemik, Panitia Ungkap Transparansi dan Bobot Penilaian Seleksi Paskibraka Minut 2026

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini