Beranda Minut Wujudkan Kepedulian, Warga Desa Sampiri Gelar Kerja Bakti Perbaikan Jalan Utama Secara...

Wujudkan Kepedulian, Warga Desa Sampiri Gelar Kerja Bakti Perbaikan Jalan Utama Secara Swadaya

8
0

Minahasa Utara-Kompassulut.com.Dengan Menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi, masyarakat Desa Sampiri turun ke jalan untuk melaksanakan kerja bakti perbaikan jalan raya utama antara desa Sawangan dan desa Sampiri yang kondisinya kian memprihatinkan. Aksi ini menjadi bukti nyata kepedulian warga terhadap keselamatan dan kenyamanan akses transportasi di wilayah mereka.
​Kerusakan jalan yang cukup parah di jalur utama desa memicu kekhawatiran masyarakat akan potensi kecelakaan dan terhambatnya aktivitas ekonomi. Menanggapi hal tersebut, aksi swadaya ini diprakarsai oleh tokoh masyarakat setempat, yakni Bapak Metsen Ratunuman dan Bapak Jhoni Lintong, yang kemudian disambut baik oleh warga lainnya.
​”Ini adalah bentuk cinta kami terhadap Desa Sampiri. Kami tidak ingin menunggu sampai jatuh korban karena kondisi jalan yang rusak,” ujar salah satu koordinator lapangan di sela-sela kegiatan.
​Menariknya, aksi ini didukung penuh oleh pendanaan yang dikumpulkan secara mandiri. Dana swadaya tersebut berasal dari:
• ​Warga Desa Sampiri yang bermukim di desa.
• ​Warga asal Sampiri di perantauan (luar daerah) yang tetap menaruh perhatian besar terhadap kampung halaman mereka.
​Kolaborasi antara warga lokal dan para perantau ini memungkinkan pengadaan material dan peralatan yang dibutuhkan untuk menambal titik-titik jalan yang berlubang dan rusak berat.
​Meski aksi swadaya ini berhasil memperbaiki titik-titik krusial, warga menyadari bahwa perbaikan ini bersifat sementara. Masyarakat Desa Sampiri menaruh harapan besar agar pemerintah, baik di tingkat Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kabupaten, dapat segera memberikan perhatian lebih lanjut.
​”Kami berharap pemerintah bisa membantu perbaikan jalan yang lebih layak dan permanen. Akses jalan ini adalah urat nadi bagi masyarakat di sini,” ungkap warga setempat.
​Kerja bakti ini diharapkan tidak hanya memperbaiki jalan secara fisik, tetapi juga menjadi pengingat bagi pihak berwenang akan pentingnya infrastruktur yang memadai bagi masyarakat di pelosok desa.
(Redaksi)

Artikulli paraprakUmat Stasi Santo Paulus Miki Sukur Hayati Sengsara Kristus Melalui Prosesi Jalan Salib
Artikulli tjetërDugaan Penyalahgunaan Dana Desa Sampiri, Komisi I DPRD Minut Rekomendasikan Pergantian Pejabat Hukum Tua

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini