Beranda Sulawesi Utara Mafia Solar Diduga Kembali Beraksi, Aktivis Sulut Desak Polda dan Pertamina Bertindak...

Mafia Solar Diduga Kembali Beraksi, Aktivis Sulut Desak Polda dan Pertamina Bertindak Tegas

9
0

MANADO, Kompassulut.com. – Fenomena antrean panjang kendaraan di jalur pengisian BBM jenis Solar pada sejumlah SPBU di Sulawesi Utara (Sulut) kembali memicu sorotan tajam. Aktivis Sulawesi Utara, William S. Luntungan, menilai kondisi ini merupakan indikasi kuat bahwa mafia solar mulai kembali beraksi di Bumi Nyiur Melambai.
​Dalam momen peringatan Hari Buruh (May Day) yang dipusatkan di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Manado, Senin (4/5/2026), Luntungan meminta Kepolisian Daerah (Polda) Sulut untuk memberikan atensi serius terhadap masalah ini.
​Luntungan mengungkapkan bahwa dirinya banyak menerima keluhan dari para sopir truk yang merasa dirugikan secara ekonomi akibat waktu yang habis hanya untuk mengantre.
​”Kasihan para sopir dump truk, mereka harus antre berjam-jam untuk mendapatkan solar. Ironisnya, sering terjadi sebelum sampai giliran mengisi, solar sudah habis,” ujar Ketua LSM Gerakan Bela Rakyat (GEBRAK) Minahasa Utara tersebut.
​Dampak dari antrean ini merembet pada terhambatnya distribusi material seperti batu, pasir, dan kerikil. Hal ini secara otomatis memotong penghasilan para sopir yang harus menghidupi keluarga mereka.
​”Mereka adalah pekerja rentan yang seharusnya pemerintah peka terhadap kondisi ini. Di saat mereka harus mencari nafkah, waktu mereka justru habis di SPBU,” tambahnya di sela-sela aksi damai.
​Tak hanya aparat penegak hukum, Luntungan juga melayangkan kritik pedas kepada pihak Pertamina. Ia menilai Pertamina terkesan menutup mata terhadap situasi yang terjadi secara kasat mata di lapangan.
​Ia bahkan menyentil adanya dugaan “permainan” barcode yang melibatkan oknum petugas SPBU dengan mafia solar.
• ​”Mana mungkin ada kendaraan sedang mengantre, tapi saat tiba giliran mengisi, ternyata barcode-nya sudah dipakai? Ini jelas ada indikasi kongkalikong,” sorotnya tajam.
​Di akhir pernyatannya, Luntungan menegaskan bahwa sopir truk juga merupakan bagian dari kaum buruh yang memiliki kontribusi besar bagi kemajuan daerah. Ia berharap ada tindakan tegas bagi siapa pun yang bermain dalam distribusi BBM bersubsidi.
​”Ingat, sopir truk ini juga buruh. Mereka butuh perhatian yang sama dari pemangku kebijakan,” pungkasnya.
Informasi Tambahan:
Aksi damai yang digelar di TKB Manado tersebut melibatkan gabungan dari 6 Serikat Buruh dan Pekerja, yakni:
• ​SBSI
• ​KSBSI
• ​KSPSI AGN
• ​KSPI
• ​KPBI
• ​KASBI

(Billy)

Artikulli paraprakPimpin Upacara Hardiknas 2026, Sekda Minut Novly Wowiling Tekankan Pentingnya “Deep Learning”
Artikulli tjetërPeringati Hardiknas 2026, Pemkab Minut Gelar Jalan Sehat Bersama Ribuan Guru Dan Anak Sekolah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini