MINUT,Kompassulut.com.- Bupati Minahasa Utara, DR.Joune Ganda,
memimpin apel perdana pasca cuti bersama selama dua minggu.
Momentum ini bukan sekadar rutinitas administratif. Di hadapan ribuan ASN yang hadir, Bupati DR.Joune Ganda menyampaikan pesan strategis yang menyentuh tiga pilar utama: disiplin pelayanan publik, kewaspadaan terhadap situasi dunia, dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.
Dalam amanatnya, Bupati Joune Ganda membuka dengan apresiasi atas kekhidmatan masyarakat Minahasa Utara dalam merayakan dua hari besar keagamaan secara berdampingan. Namun, ia menegaskan bahwa waktu libur telah usai, dan kini saatnya seluruh aparatur kembali “memanaskan mesin” pelayanan.
“Saya mengajak seluruh ASN untuk kembali fokus menjalankan tugas dan tanggung jawab. Masyarakat menunggu kehadiran kita sebagai pelayan yang profesional. Libur panjang sudah berlalu, sekarang saatnya kita buktikan dedikasi dengan disiplin dan etos kerja yang tinggi,” ujar DR.Joune Ganda dengan tegas.
Ia menyoroti bahwa tingkat kedisiplinan ASN menjadi cermin utama pemerintahan di mata publik. Menurutnya, tidak ada alasan untuk menurunkan kinerja pasca libur, karena kebutuhan masyarakat tidak pernah mengenal jeda.
Pernyataan yang menarik perhatian peserta apel adalah ketika Bupati DR.Joune Ganda mengangkat isu geopolitik global. Di tengah rutinitas birokrasi, ia mengingatkan bahwa ketegangan hubungan antarnegara, fluktuasi harga komoditas dunia, hingga dinamika rantai pasok global memiliki efek domino yang nyata bagi daerah sekecil Minahasa Utara.
“Kita tidak bisa hidup dalam kepompong. Dinamika geopolitik global saat ini sangat dinamis dan bisa berdampak langsung ke perekonomian daerah kita. Harga kebutuhan pokok, stabilitas investasi, hingga sektor pariwisata kita sangat dipengaruhi oleh situasi dunia. Karena itu, saya minta jajaran perangkat daerah untuk responsif. Jangan sampai kita terlambat mengambil kebijakan,” tegasnya.
Ia menginstruksikan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyusun skenario antisipasi terhadap potensi gejolak eksternal, terutama yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan stabilitas harga.
Selain ancaman global, Bupati DR.Joune Ganda juga menyoroti kondisi lokal yang tak kalah krusial: cuaca tak menentu yang belakangan melanda wilayah Kabupaten Minahasa Utara. Ia meminta seluruh perangkat daerah, terutama yang bertugas di bidang penanggulangan bencana, infrastruktur, dan pelayanan dasar, untuk berada dalam posisi siaga.
“Cuaca akhir-akhir ini sulit diprediksi. Hujan dengan intensitas tinggi datang tiba-tiba. Saya minta Camat, Danramil, Kapolsek, serta jajaran BPBD untuk terus memonitor wilayah masing-masing. Pastikan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam kondisi darurat, tetap berjalan optimal,” pesannya.
Pesan ini sejalan dengan komitmen Pemkab Minahasa Utara untuk memperkuat sistem peringatan dini dan kesiapan logistik bencana, mengingat sejumlah wilayah di kabupaten ini rawan terhadap bencana hidrometeorologi.
Di akhir amanatnya, Bupati DR.Joune Ganda kembali menegaskan pentingnya disiplin ASN sebagai fondasi utama pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik. Ia mengingatkan bahwa kedisiplinan bukan hanya soal kehadiran fisik, tetapi juga soal kecepatan respons, integritas, dan inovasi dalam bekerja.
“Disiplin ASN harus terus dijaga dan ditingkatkan. Kita harus hadir sebagai pelayan masyarakat yang profesional, responsif, dan mampu menjawab tantangan zaman, baik dari faktor global maupun kondisi lokal. Mari kita mulai hari ini dengan semangat baru, untuk Minahasa Utara yang lebih maju,”
(Billy)






