Beranda Nasional Satu-satunya dari Asia Pasifik, Minahasa Utara Raih Pengakuan Internasional di UCLG World...

Satu-satunya dari Asia Pasifik, Minahasa Utara Raih Pengakuan Internasional di UCLG World Assembly Maroko

10
0

TANGIER, MAROKO –Kompassulut.com. Komitmen Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dalam merawat kerukunan dan toleransi antarumat beragama berhasil mendapat pengakuan di panggung internasional. Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, tampil sebagai pembicara dalam forum bergengsi UCLG World Assembly di Tangier, Maroko, yang merupakan bagian dari rangkaian United Cities and Local Governments (UCLG) World Congress.
​Hebatnya, Minahasa Utara tercatat sebagai satu-satunya daerah dari Indonesia sekaligus kawasan Asia Pasifik yang berhasil masuk dalam daftar finalis UCLG Peace Prize. Capaian prestisius ini menempatkan Minut sejajar dengan kota-kota dunia lainnya yang dinilai sukses membangun perdamaian di tingkat lokal.
​Dalam sesi intervention, Bupati Joune Ganda memaparkan pengalaman langsung Minahasa Utara dalam mengelola keberagaman masyarakat yang terdiri dari berbagai latar belakang agama dan budaya.
​“Keberagaman yang kami miliki bukan sesuatu yang memisahkan, melainkan modal sosial yang memperkuat persatuan. Perdamaian harus dibangun bersama melalui komitmen yang berkelanjutan dan kepercayaan antarwarga,” tegas Joune Ganda.
​Di hadapan para pemimpin daerah dari berbagai belahan dunia, Ia menjelaskan bahwa strategi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minut bertumpu pada tiga pilar utama:
• ​Penguatan Moderasi Beragama: Penerapan nilai-nilai toleransi di semua lapisan masyarakat.
• ​Dukungan Konkret Lintas Iman: Penyediaan ruang dan bantuan nyata terhadap aktivitas keagamaan antarumat beragama.
• ​Ruang Dialog Inklusif: Membuka jalur komunikasi intensif yang melibatkan tokoh agama, tokoh adat, dan elemen masyarakat.
​Menurut Joune, tokoh agama merupakan mitra strategis pemerintah. Oleh karena itu, Pemkab terus memperkuat kemitraan dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA).
​“Komunikasi yang terjalin dengan baik menjadi kunci utama untuk mencegah munculnya gesekan sosial,” ujarnya.
​Sebagai bentuk komitmen nyata dan bukan sekadar retorika, Pemkab Minut mengalokasikan anggaran khusus setiap tahunnya yang difokuskan untuk tiga hal:
• ​Insentif Rohaniwan dari semua agama tanpa terkecuali.
• ​Penguatan Kelembagaan bagi organisasi FKUB dan BKSAUA.
• ​Bantuan Rumah Ibadah lintas agama secara proporsional.
​Joune menegaskan bahwa investasi pada kerukunan adalah bagian integral dari pembangunan daerah. Suasana yang aman dan harmonis menjadi syarat mutlak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata—termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang yang berstatus Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Nasional.
​“Menjaga keamanan dan keharmonisan masyarakat menjadi kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dari agenda pembangunan daerah,” katanya.
​Partisipasi dalam UCLG World Assembly ini menjadi momentum emas bagi Minahasa Utara untuk memperkenalkan best practice (praktik baik) mereka ke komunitas internasional. Pengalaman Minut membuktikan bahwa toleransi dan kolaborasi lokal dapat menjadi fondasi kuat bagi pembangunan yang inklusif.
​Joune berharap, nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan kerja sama yang dirawat di Minut dapat memberikan kontribusi positif bagi upaya perdamaian global.
​Sebagai informasi, UCLG Peace Prize merupakan penghargaan internasional yang diberikan khusus kepada pemerintah daerah di seluruh dunia yang memiliki inisiatif terbaik dalam pencegahan konflik, pembangunan perdamaian, serta rekonsiliasi pasca-konflik.
(Billy)

Artikulli paraprakPastikan Transparansi, Bupati Minut Gandeng LKPP-RI Kawal Proyek Alun-Alun.
Artikulli tjetër​Presiden Prabowo Hadiri Puncak PENAS XVII di Gorontalo, Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini