MANADO — Kompassulut.com. pelaksanaan Ibadah Agung dan Pembukaan Kegiatan Hari Persatuan Pria/Kaum Bapa (HAPSA P/KB) Sinode GMIM Tahun 2026,berlangsung khidmat. Acara religius yang mempertemukan ribuan bapak-bapak gereja ini berlangsung megah di Gedung Mission Center GMIM, Jalan Ring Road, Manado, pada Jumat (5/6/2026).
Ribuan peserta dari berbagai wilayah pelayanan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) tampak memadati lokasi kegiatan. Kehadiran massal ini menjadi bukti nyata atas komitmen pelayanan dan kuatnya rasa kebersamaan antarwarga gereja.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Ibadah Agung yang berlangsung dengan sangat khusyuk. Ibadah ini dipimpin langsung oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt. Dr. Adolf Wenas, M.Th.
Selain dihadiri oleh ribuan warga GMIM dan Pelayan Khusus (Pelsus), momentum iman ini juga dihadiri oleh jajaran pejabat pemerintahan dan tokoh-tokoh penting daerah, di antaranya:
• Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H.
• Bupati Minahasa Utara, Pnt. Dr. Joune Ganda
• Ketua Pria/Kaum Bapa Sinode GMIM, Pnt. Ir. Maurits Mantiri, M.M.
• Para kepala daerah se-Sulawesi Utara
• Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulut
• Jajaran Komisi P/KB Sinode GMIM, panitia pelaksana, serta Penatua P/KB se-Sinode GMIM.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Minahasa Utara, Pnt. Dr. Joune Ganda, memberikan apresiasi tinggi dan dukungan penuhnya terhadap pelaksanaan HAPSA P/KB GMIM 2026. Menurutnya, kegiatan ini memiliki peran yang sangat strategis dalam memperkuat fondasi keagamaan di masyarakat.
“Kehadiran kami di sini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara untuk mendukung program pelayanan gereja. Kami percaya bahwa peran Pria/Kaum Bapa sangat strategis dalam memperkuat nilai-nilai keimanan, persatuan, serta kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan daerah. Semoga acara ini menjadi berkat bagi kita semua,” ujar Joune Ganda.
Senada dengan hal tersebut, Ketua P/KB Sinode GMIM, Pnt. Ir. Maurits Mantiri, M.M., menegaskan bahwa Hari Persatuan ini bukan sekadar rutinitas atau perayaan tahunan belaka. Lebih dari itu, momen ini adalah alarm pengingat untuk memperkuat pelayanan mulai dari lingkup terkecil.
“Kami berharap perayaan ini menjadi wadah untuk membangun sinergi antara gereja dan pemerintah. Dengan semangat persatuan, kita dapat bersama-sama mendukung pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai spiritual, kebersamaan, dan pengabdian kepada sesama,” ungkap Maurits Mantiri dengan optimis.
Sepanjang acara pembukaan, aura persaudaraan yang erat begitu terasa. Antusiasme tinggi terpancar dari wajah para peserta yang datang dari berbagai pelosok wilayah pelayanan GMIM demi menyukseskan seluruh rangkaian acara.
Melalui perayaan HAPSA P/KB Sinode GMIM Tahun 2026 ini, diharapkan semangat persatuan, pelayanan, dan pengabdian terus bertumbuh di dalam sanubari setiap anggota P/KB GMIM. Nilai-nilai positif ini diharapkan mampu menjadi pilar kokoh dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis, sejahtera, berlandaskan iman, serta mampu menyokong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
(Billy)





