MINAHASA UTARA –Kompassulut.com. Upaya pemulihan lingkungan di kawasan lingkar tambang Kabupaten Minahasa Utara (Minut) mendapat perhatian serius dari parlemen pusat. Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), bersama Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda, turun langsung melakukan aksi penghijauan di area bekas galian tambang milik PT Meares Soputan Mining (MSM) yang berlokasi di Likupang Timur, Sabtu (6/6/2026).
Aksi penanaman pohon ini merupakan bagian dari agenda Kunjungan Kerja (Kunker) spesifik Komisi IV DPR RI. Fokus utama dari kunjungan ini adalah untuk mengevaluasi jalannya program reklamasi serta memastikan komitmen pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan oleh perusahaan tambang di daerah tersebut.
Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, menyatakan bahwa dukungan langsung dari DPR RI memberikan dorongan moral yang kuat bagi pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan lingkungan. Terlebih lagi, Likupang memegang status krusial sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang keasrian alamnya wajib dijaga ketat.
”Kehadiran Ketua Komisi IV DPR RI merupakan bentuk dukungan besar bagi ekosistem Minahasa Utara. Gerakan penghijauan di lahan eks tambang ini memotivasi kami untuk memastikan bahwa aktivitas investasi dan industri di daerah harus selalu berjalan selaras dengan perlindungan alam,” ujar Joune saat dikonfirmasi oleh sejumlah wartawan, Minggu (7/6/2026).
Di sisi lain, Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah strategis yang diambil Pemkab Minut di bawah kepemimpinan Joune Ganda. Ia menilai pemerintah daerah cukup jeli dalam membangun kemitraan dengan sektor swasta demi mendongkrak roda perekonomian masyarakat, khususnya melalui sektor pariwisata dan penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurut Titiek, pelaku industri skala besar seperti PT MSM wajib memberikan dampak positif yang nyata (multiplier effect), baik dari sisi ekonomi maupun tanggung jawab terhadap kelestarian ekologi setempat.
”Kami mengapresiasi cara Bupati merangkul pihak swasta seperti PT MSM untuk mendukung program-program daerah. Pola sinergi seperti ini sangat dibutuhkan, sehingga investasi skala besar bisa berdampak langsung pada kesejahteraan warga lokal,” ungkap Titiek Soeharto.
Kunjungan kerja spesifik ini menegaskan kembali pentingnya menjaga keseimbangan tiga pilar utama di daerah:
• Keberlanjutan sektor industri yang bertanggung jawab.
• Penguatan ekonomi berbasis kerakyatan (UMKM & Pariwisata).
• Kewajiban menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan Minahasa Utara yang berkelanjutan.
(Billy)





