Beranda Minut Antisipasi Dampak El Nino, Pemkab Minut Gelar Pasukan Tanggap Bencana Bersama Lintas...

Antisipasi Dampak El Nino, Pemkab Minut Gelar Pasukan Tanggap Bencana Bersama Lintas Instansi

11
0

MINAHASA UTARA – Kompassulut.com.Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) terus memperkuat langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh fenomena El Nino pada musim kemarau tahun ini.
​Komitmen tersebut ditegaskan melalui Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana Dampak El Nino yang digelar di halaman Polres Minut pada Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini melibatkan gabungan personel dari unsur TNI, Polri, Basarnas, serta berbagai instansi terkait di lingkungan Pemkab Minut.
​Apel siaga tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, dengan didampingi Wakapolres Minut, Kompol Thely Mawidingan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Joune Ganda membacakan amanat resmi Kapolda Sulawesi Utara (Sulut), Irjen Pol Roycke Harry Langie.
​Dalam amanat Kapolda Sulut yang dibacakan Bupati, ditekankan bahwa ancaman El Nino tidak hanya sekadar meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), melainkan juga berpotensi memicu krisis air bersih di berbagai kawasan. Oleh karena itu, sinergisitas antar-pemangku kepentingan menjadi kunci utama untuk meminimalkan dampak buruk yang ditimbulkan.
​Usai memimpin apel, Bupati Joune Ganda menegaskan kembali bahwa penanganan dampak El Nino tidak bisa hanya mengandalkan peran aparat keamanan dan pemerintah semata.
​“Apel ini menjadi bukti bahwa seluruh stakeholder di Minahasa Utara siap bergerak bersama menghadapi dampak El Nino. Kolaborasi menjadi kekuatan utama dalam upaya pencegahan maupun penanganan apabila terjadi bencana,” tegas Joune Ganda.
​Bupati Joune Ganda juga menyoroti pentingnya edukasi secara masif kepada masyarakat agar warga memahami risiko tinggi selama musim kemarau, terutama terkait bahaya kebakaran akibat kelalaian manusia (human error).
​Ia mengimbau warga Minut untuk menghentikan kebiasaan yang memicu terjadinya kebakaran.
• ​Stop pembakaran liar: Masyarakat diminta tidak membakar sampah atau membuka lahan secara sembarangan karena cuaca terik dan kering membuat api sangat cepat menyebar.
• ​Bijak menggunakan air: Mengingat ancaman kekeringan yang berpotensi memicu krisis air bersih, warga diajak untuk memprioritaskan efisiensi penggunaan air sejak dini.
​“Kita harus mulai menghemat penggunaan air sejak sekarang. Jika musim kering berlangsung lebih lama, beberapa daerah berpotensi mengalami kesulitan air bersih. Karena itu, langkah antisipasi harus dilakukan bersama,” pungkasnya.
​Apel siaga ini ditutup dengan pengecekan kesiapan personel dan armada dari jajaran Polres Minut, TNI, Basarnas, dan Pemkab Minut sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga stabilitas serta keselamatan warga Minahasa Utara selama musim kemarau.
(Billy)

Artikulli paraprakKeteladanan Gaya Hidup Sehat: Bupati Joune Ganda Rutin Donor Darah dan Gelorakan Kepedulian Kemanusiaan
Artikulli tjetërKomitmen Tingkatkan Kualitas Layanan Publik, Bupati Joune Ganda Hadiri Entry Meeting Opini Ombudsman RI 2026

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini