Beranda Minut Antisipasi El Nino 2026, Bupati Joune Ganda Instruksikan Jajaran Pemkab Minut Segera...

Antisipasi El Nino 2026, Bupati Joune Ganda Instruksikan Jajaran Pemkab Minut Segera Susun Peta Mitigasi

9
0

MINAHASA UTARA – Kompassulut.com.Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) bergerak cepat mengambil langkah preventif menyusul peringatan global terkait ancaman gelombang El Nino 2026. Seluruh jajaran birokrasi, mulai dari tingkat dinas, kecamatan, hingga kepala desa (hukum tua), diinstruksikan untuk segera menyusun peta mitigasi guna mengantisipasi potensi krisis pangan dan kelangkaan air bersih.
​Langkah taktis ini diambil merespons rilis data resmi Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) per Juni 2026. Dalam laporan tersebut, WMO memproyeksikan lonjakan probabilitas kemunculan cuaca ekstrem akibat El Nino hingga mencapai 90 persen menjelang akhir tahun.
​Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, menegaskan bahwa wilayah Sulawesi Utara, khususnya Minut, harus bersiap menghadapi potensi dampak terburuk di lapangan. Ia meminta seluruh jajarannya tidak meremehkan situasi dan berkaca pada pengalaman pahit El Nino periode 2023–2024 silam yang sempat memicu inflasi akibat gagal panen.
​”Ini bukan lagi sekadar prediksi, melainkan alarm keras bagi ketahanan daerah kita. Probabilitasnya terus meningkat menuju akhir tahun, jadi kita harus menyiapkan skenario terburuk sejak dini,” ujar Joune Ganda, Kamis (4/6/2026).
​Dalam instruksi tegasnya, Bupati Joune Ganda menekankan empat sektor utama yang wajib dilindungi oleh jajaran Pemkab Minut:
• ​Ketahanan Sektor Agraria: Memastikan pasokan air ke lahan pertanian produktif tetap terjaga guna menghindari risiko puso (gagal panen).
• ​Ketersediaan Air Bersih: Menugaskan PDAM dan BPBD untuk memetakan serta memasok air bersih ke wilayah-wilayah yang rawan kekeringan.
• ​Pencegahan Karhutla: Meningkatkan pengawasan intensif terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di kawasan perbukitan dan perkebunan warga.
• ​Sektor Perikanan dan Kesehatan: Memitigasi dampak perubahan suhu laut terhadap mata pencaharian nelayan sekaligus mempersiapkan fasilitas medis dalam menghadapi ancaman gelombang panas (heatwave).
​Lebih lanjut, Bupati meminta Dinas Pertanian dan Dinas Pangan, bersama dengan otoritas kecamatan hingga tingkat desa, untuk aktif turun langsung ke lapangan. Langkah ini bertujuan untuk mengedukasi para petani mengenai pola tanam yang adaptif terhadap perubahan cuaca ekstrem.
​Guna memastikan ketepatan dan efektivitas langkah di lapangan, Pemkab Minut kini memperketat koordinasi secara berkala dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau pergerakan dinamika cuaca secara real-time.
​”Mitigasi sejak dini adalah kunci. Fokus utama kita adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan stabilitas ekonomi daerah tetap kokoh di tengah tantangan iklim global ini,” pungkas Joune Ganda.

(Billy)

Artikulli paraprakSekjen APKASI Joune Ganda: Evaluasi Kinerja Pemda Harus Adil dan Kontekstual
Artikulli tjetërRibuan Anggota Hadir, Pembukaan Hari Persatuan P/KB GMIM 2026 di Manado Berlangsung Khidmat dan Sukacita.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini