MANADO – Kompassulut.com. Rekor terbaik kembali dicetak oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) di bawah nahkoda Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin W. Lotulung. Pemkab Minut sukses mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Utara untuk kelima kalinya secara berturut-turut.
Prestasi prestisius ini diraih atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tersebut dilangsungkan di Kantor BPK RI Perwakilan Sulut pada Jumat (29/5/2026).
LHP diserahkan langsung kepada Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, dengan disaksikan oleh:
• Vonny A. Rumimpunu (Ketua DPRD Minut)
• Stven Tuwaidan (Kepala Inspektorat Minut)
• Carla Sigarlaki (Kepala BKAD Minut)
• Jajaran pejabat Pemkab Minut.
Penghargaan administratif tertinggi dalam pengelolaan keuangan daerah ini menjadi bukti nyata konsistensi, standar akuntabilitas, serta penerapan sistem tata kelola anggaran yang berjalan optimal di lingkungan Pemkab Minut selama setengah dekade terakhir.
Saat diwawancarai oleh awak media, Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, menegaskan bahwa capaian luar biasa ini merupakan buah dari kerja keras seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah menjalankan program kerja secara baik, benar, dan transparan. Selain itu, sinergi yang kooperatif antara OPD dan tim pemeriksa BPK selama proses audit menjadi kunci sukses utama.
“Raihan ini kami persembahkan untuk masyarakat Minahasa Utara yang selalu mendukung program-program pemerintah. Pola hubungan yang baik dan dilakukan secara seksama lintas perangkat daerah menjadi buah hasil dari opini WTP ini,” ujar Bupati Joune Ganda.
Bupati yang kini memimpin di periode kedua tersebut juga menambahkan bahwa proses audit yang dilakukan oleh tim BPK Perwakilan Sulut berjalan sangat detail dan hati-hati, baik dari sisi pertanggungjawaban dokumen maupun realisasi fisik di lapangan.
Meskipun sukses mempertahankan predikat WTP sejak tahun pertama kepemimpinannya, Joune Ganda tetap bersikap realistis dan evaluatif. Ia mengingatkan jajarannya agar tidak terlena, karena mempertahankan prestasi di masa depan akan jauh lebih menantang.
“Harapannya opini ini tetap dipertahankan untuk tahun-tahun yang akan datang. Namun, kita semua tahu opini WTP ini bukan berarti laporan pertanggungjawaban kita bersih sempurna. Ada sedikit catatan-catatan rekomendasi yang diberikan oleh BPK, dan itu sudah segera ditindaklanjuti oleh OPD terkait serta pelaksana pekerjaan,” tandasnya tegas.
Dengan pencapaian quattrick plus satu ini, Pemkab Minahasa Utara kembali membuktikan komitmennya dalam menghadirkan pemerintahan yang bersih (clean government) dan akuntabel demi kesejahteraan masyarakat Minut.
(Billy)






