Beranda Minut Pemerintah Desa Warukapas Gelar Rembuk Stunting 2026, Tegaskan Komitmen Percepatan Penanganan Tumbuh...

Pemerintah Desa Warukapas Gelar Rembuk Stunting 2026, Tegaskan Komitmen Percepatan Penanganan Tumbuh Kembang Anak

13
0

​Minahasa Utara, Kompassulut.com – Pemerintah Desa Warukapas, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, menggelar kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2026 di Balai Desa Warukapas pada Kamis (10/9/2026). Forum strategis ini dilaksanakan untuk membahas kondisi terkini, mengevaluasi program yang berjalan, serta merumuskan langkah taktis dalam mempercepat penurunan angka stunting di Desa Warukapas.
​Acara ini dihadiri oleh pelbagai pihak lintas sektor, antara lain perwakilan UPTD Puskesmas Tatelu, Pemerintah Kecamatan Dimembe, Hukum Tua Desa Warukapas beserta perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinsa, Bhabinkamtibmas, TP PKK, kader Posyandu,Kader Pembangunan Manusia (KPM), Satlinmas, BUMDes, Kopdes Merah Putih, BKASAU, hingga unsur tokoh masyarakat.
​Dalam sambutan pembukanya, Hukum Tua Desa Warukapas, Julian J. Kamagi, menekankan pentingnya penguatan koordinasi serta peningkatan kinerja seluruh elemen desa. Menurutnya, sinergi yang solid menjadi kunci utama agar program penanganan stunting di Desa Warukapas dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
​Mewakili Kepala UPTD Puskesmas Tatelu, Romario Ramoh, membuka sesi diskusi dengan menyoroti krusialnya partisipasi aktif masyarakat dalam memanfaat layanan kesehatan ibu dan anak di Posyandu.
​Ia mengungkapkan bahwa tingkat partisipasi warga Warukapas saat ini menunjukkan tren yang positif. Kehadiran ibu hamil, ibu menyusui, bayi, hingga balita di Posyandu dinilai sudah optimal. Hal tersebut berdampak langsung pada membaiknya pemantauan pertumbuhan anak, jangkauan imunisasi, edukasi gizi, serta intervensi kesehatan dasar lainnya. Romario juga menambahkan bahwa kesadaran memanfaatkan fasilitas kesehatan merupakan langkah vital untuk menjamin keselamatan ibu dan bayi sekaligus mencegah risiko gangguan tumbuh kembang sejak dini.
​Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagainya masukan dan temuan lapangan dari para peserta. Beberapa poin penting yang dihasilkan meliputi perlunya peningkatan sosialisasi kesehatan keluarga, penguatan kapasitas kader, serta keterlibatan aktif tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk mengedukasi warga.
​Seluruh pihak sepakat bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari perencanaan di atas kertas, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan oleh warga. Pencegahan stunting harus dijalankan secara berkelanjutan dengan menempatkan keluarga sebagai benteng utama tumbuh kembang anak. (Billy)

Artikulli paraprakUsut Dugaan Pungli di MPP, Bupati Minut Joune Ganda Tegaskan Sikap Zero Tolerance
Artikulli tjetërPemerintah Desa Warukapas Gelar Rembuk Stunting 2026, Tegaskan Komitmen Percepatan Penanganan Tumbuh Kembang Anak

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini