MINAHASA UTARA – Kompassulut.com
Kabut asap tebal yang telah menyelimuti wilayah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) selama hampir satu bulan terakhir kini kian mengkhawatirkan. Selain mengurangi jarak pandang, kondisi ini juga memicu penurunan kualitas udara yang berpotensi membahayakan kesehatan serta mengganggu berbagai aktivitas publik masyarakat.
Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara bergerak cepat dengan mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh lapisan masyarakat.
Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune James Esau Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., menekankan bahwa paparan kabut asap dalam waktu lama berisiko tinggi memicu berbagai masalah kesehatan, khususnya gangguan pernapasan. Oleh karena itu, warga diminta untuk disiplin menggunakan masker saat berada di luar ruangan.
”Kondisi kabut yang terjadi berpotensi menimbulkan gejala-gejala penyakit. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk rutin menggunakan masker setiap hari ketika beraktivitas di luar rumah demi menjaga kesehatan,” ujar Bupati Joune Ganda, Senin (5/10/2026).
Tidak hanya mengimbau penggunaan APD, Bupati yang akrab disapa JG ini juga mengingatkan warga untuk tidak memperburuk kualitas udara yang sudah tercemar. Warga dilarang keras melakukan pembakaran sampah secara sembarangan maupun membuka lahan dengan cara dibakar.
Sebagai bentuk penanganan yang tegas, Bupati JG telah mengintruksikan jajaran pemerintah daerah di tingkat bawah untuk melakukan pengawasan ketat di wilayah masing-masing.
”Seluruh kepala distrik telah saya instruksikan untuk memastikan warga di wilayah masing-masing mematuhi imbauan tersebut demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Langkah antisipatif ini diambil Pemkab Minut untuk menekan dampak buruk kabut asap. Pemerintah berharap kesadaran dan kerja sama dari seluruh masyarakat dapat mencegah terjadinya masalah kesehatan yang lebih serius serta membantu memulihkan kualitas udara di Minahasa Utara.
(Billy)






