Minut, Kompassulut.com – Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Kabupaten Minahasa Utara (Minut) tahun 2026 resmi bergulir pada Jumat (12/06/2026). Bertempat di Lintasan Karpet Biru, GOR Sutan Raja Mapanget, sebanyak 53 peserta dari jenjang SD dan SMP se-Minut bersaing ketat demi memperebutkan tiket menuju tingkat provinsi.
Total peserta yang berlaga terdiri dari:
• Cabang Atletik: 24 atlet (SD & SMP)
• Cabang Renang: 10 atlet (SD & SMP)
• Cabang Bulutangkis: 21 atlet (SD & SMP)
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda, SE., MAP., MM., MSi., yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara, Ir. Jofieta Supit, M.Si. Turut hadir pula pengurus K3SP dan MKKSP, Panitia IGORNAS, seluruh kepala sekolah, guru pendamping, serta para peserta lomba
Pelaksanaan O2SN 2026 ini mengacu pada panduan resmi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen
Kepala Dinas Pendidikan Minut, Ir. Jofieta Supit, M.Si., menegaskan bahwa O2SN bukan sekadar ajang untuk mencari juara, melainkan sebuah wahana penting dalam pembinaan karakter, sportivitas, serta penggalian potensi nonakademik siswa.
“O2SN 2026 kita laksanakan untuk memberikan ruang bagi siswa SD dan SMP dalam mengembangkan bakat olahraga mereka. Pendidikan olahraga punya peran strategis untuk membentuk karakter, kesehatan jasmani, serta kompetensi sosial anak. Melalui sportivitas dan nilai fair play, kita mencetak generasi yang sehat fisik, matang emosional, dan berdaya saing,” ujar Jofieta.
Ia menambahkan, kegiatan ini selaras dengan program penguatan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan 8 dimensi Profil Lulusan. Latar belakang O2SN sendiri memang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai luhur seperti kejujuran dan rasa hormat.
“O2SN 2026 jadi langkah awal. Kami mendorong seluruh siswa SD-SMP di Minut untuk berani tampil, karena dari ajang inilah bibit atlet berprestasi nasional akan lahir,” tegasnya.
Untuk menjamin kelancaran dan keselamatan seluruh peserta, panitia telah menyiapkan sarana dan prasarana yang matang. Fasilitas tersebut meliputi venue pertandingan yang lengkap, aplikasi sistem lomba, jaringan internet yang stabil, hingga kesiapan tenaga medis beserta perlengkapan darurat dan ambulans di lokasi.
Ajang O2SN 2026 ini diharapkan menjadi instrumen pembinaan olahraga pendidikan yang berjenjang dan berkelanjutan, sekaligus mendukung Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
”Para juara di tingkat kabupaten ini nantinya akan sah mewakili Minahasa Utara di ajang O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Utara 2026,” pungkas Jofieta.
(Billy).





