MINAHASA UTARA — Kompassulut.com.Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina DPC ABPEDNAS Minahasa Utara, menghadiri secara langsung kegiatan konsolidasi bersama pelantikan DPC Srikandi Jaga Desa dan DPC ASLINMAS Kabupaten Minahasa Utara, Kamis (15/10/2026).
Bertempat di JG Center, agenda ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan guna memperluas jangkauan koordinasi serta mengoptimalkan peran kelembagaan di Kabupaten Minahasa Utara.
Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah pemilihan dan pembentukan pengurus Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) ABPEDNAS, Srikandi Jaga Desa, serta ASLINMAS Kabupaten Minahasa Utara.
Pembentukan kepengurusan ini diharapkan menjadi fondasi yang kokoh bagi penguatan organisasi secara berjenjang, sekaligus mempererat koordinasi dalam menjalankan berbagai program kerja ke depan.
Ketua DPD ABPEDNAS Sulawesi Utara, Senator Ir. Stefanus BAN Liow, M.A.P. (Senator Stefa), mengungkapkan harapannya agar kepengurusan ABPEDNAS dapat segera menjangkau seluruh kecamatan di Minahasa Utara. Menurutnya, struktur organisasi yang lengkap dan aktif merupakan kunci utama dalam membangun koordinasi yang efektif di tengah masyarakat.
“Kami berharap ABPEDNAS dapat terbentuk di setiap kecamatan di Kabupaten Minahasa Utara. Dengan adanya kepengurusan yang lengkap dan aktif, koordinasi organisasi akan semakin kuat, program kerja dapat berjalan lebih efektif, dan keberadaan ABPEDNAS semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Senator Stefa.
Harapan serupa juga disampaikan untuk pengembangan struktur organisasi hingga tingkat kelurahan. Ketua DPC ABPEDNAS Kabupaten Minahasa Utara, Joutje Dengah, SE, S.AK., didorong untuk memastikan proses konsolidasi tidak berhenti hanya pada level kecamatan saja.
Penguatan struktur hingga ke tingkat kelurahan dinilai sangat krusial untuk:
• Mendekatkan organisasi dengan masyarakat secara langsung.
• Memperlancar arus komunikasi antartingkatan.
• Mempermudah koordinasi dalam eksekusi program kerja.
“Harapan kami, pembentukan ABPEDNAS di tingkat kecamatan ini tidak berhenti sampai di situ, tetapi terus berproses hingga ke tingkat kelurahan,” terang Joutje. Lebih dari itu, konsolidasi ini diarahkan untuk memperkuat hubungan kelembagaan serta pemahaman mendalam setiap pengurus terhadap tugas dan tanggung jawabnya.
Pada akhirnya, momentum ini diharapkan mampu mewujudkan organisasi di Minahasa Utara yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga aktif dan berdampak nyata bagi masyarakat luas.
(Billy)






