Beranda Minut Antisipasi Inflasi dan Cuaca Ekstrem, Bupati Joune Ganda Cetuskan Gerakan “ASN Menanam”...

Antisipasi Inflasi dan Cuaca Ekstrem, Bupati Joune Ganda Cetuskan Gerakan “ASN Menanam” di Minahasa Utara

5
0

​MINAHASA UTARA — Kompassulut.com.Menghadapi ancaman cuaca ekstrem, potensi fenomena El Nino berkepanjangan, serta risiko kenaikan harga pangan, Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., mengambil langkah taktis dan antisipatif. Secara resmi, Bupati yang akrab disapa JG ini menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara untuk menjadi teladan melalui program “ASN Menanam”.
​Pencanangan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Joune Ganda di hadapan jajaran perangkat daerah di Auditorium Lantai III Kantor Bupati Minahasa Utara, Kamis (8/10/2026).
​Bupati JG menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar seremonial menanam, melainkan bagian dari strategi riil pemerintah daerah untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan mandiri sekaligus meredam tekanan harga di pasaran. Ia meminta para ASN agar tidak sepenuhnya bergantung pada pasar untuk pemenuhan kebutuhan dapur sehari-hari.
• ​”ASN saya perintahkan untuk bisa melakukan penanaman kebutuhan yang bisa dipakai sehari-hari. Jangan membebani market, jangan membebani pasar,” tegas Bupati JG.
• ​Program ini difokuskan pada komoditas hortikultura harian yang rentan bergejolak harganya, seperti cabai, tomat, dan bawang.
​Langkah taktis ini dilatarbelakangi oleh kondisi cuaca ekstrem yang dikhawatirkan dapat mengganggu produktivitas pertanian nasional dan regional. Di sisi lain, Minahasa Utara merupakan daerah dengan tingkat permintaan masyarakat yang relatif tinggi.
​Bupati mengingatkan bahwa tingginya daya beli masyarakat yang tidak diimbangi dengan ketersediaan pasokan memadai akan memicu lonjakan harga dan berujung pada inflasi.
​”Kalau permintaannya meningkat, suplai sedikit, harganya akan naik. Harga naik tentu memberikan dampak inflasi,” jelas Joune.
​Melalui gerakan ini, pemanfaatan pekarangan rumah menjadi kunci utama. Penanaman tidak diwajibkan dalam skala besar, melainkan bisa disesuaikan dengan kemampuan dan ketersediaan lahan masing-masing pegawai di rumah.
​Langkah proaktif ini diharapkan mampu mempertahankan prestasi Minahasa Utara yang sebelumnya telah mendapat apresiasi nasional sebagai salah satu daerah sukses dalam pengendalian inflasi, sehingga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika global.

(Billy)

Artikulli paraprakMenko Pangan Zulkifli Hasan Tiba di Manado, Bupati Joune Ganda Tegaskan Pentingnya Momentum Pengembangan Sektor Kelapa
Artikulli tjetërJalan Mulus Penghubung Kokoleh Dua dan Desa Batu Rampung, Warga dan Sopir Truk Ucapkan Terima Kasih ke Bupati Joune Ganda

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini