MINUT – Kompassulut.com. Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kembali mengukuhkan eksistensinya di panggung internasional. Pada 12–16 Oktober 2026 mendatang, Bumi Klabat terpilih menjadi tuan rumah pertemuan tahunan jaringan Coastal 500, sebuah forum elit global yang mempertemukan para pemimpin daerah pesisir dari delapan negara.
Penunjukan ini merupakan bentuk pengakuan dunia atas komitmen kepemimpinan Bupati Minahasa Utara dalam menjaga ekosistem laut dan memberdayakan masyarakat nelayan tradisional.
Agenda berskala internasional ini diprakarsai oleh organisasi nirlaba global, Rare, dan akan dipusatkan di kawasan Likupang serta desa-desa kepulauan. Forum ini direncanakan menjadi ajang berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan laut berkelanjutan bagi para Wali Kota dan Bupati lintas negara.
Kepala Dinas Perikanan Minut, Jack Paruntu, menjelaskan bahwa kunci terpilihnya Minut adalah keberhasilan implementasi Program Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP).
”Melalui PAAP, nelayan bukan lagi sekadar objek, melainkan pelaku utama. Mereka diberi ruang mengatur wilayah tangkapnya sendiri demi keberlanjutan ekonomi dan konservasi,” ungkap Paruntu.
Saat ini, program PAAP telah berjalan di tujuh desa strategis, yaitu:
• Gangga I & Gangga II
• Kahuku
• Ehe
• Kinabuhutan
• Talise
• Tambun
Salah satu inovasi yang menonjol adalah penerapan Kawasan Larang Ambil (KLA) yang oleh warga lokal dijuluki sebagai “Tabungan Ikan”. Di zona ini, ekosistem dibiarkan pulih secara alami tanpa eksploitasi, sehingga populasi ikan tetap melimpah dan menjamin hasil tangkapan nelayan di masa depan.
Selain menjadi tuan rumah, Bupati Minahasa Utara dijadwalkan akan dikukuhkan secara resmi sebagai anggota jaringan Coastal 500. Prosesi ini akan ditandai dengan penandatanganan komitmen lingkungan bersama pemimpin pesisir dunia lainnya.
Direktur Kebijakan Rare Indonesia, Ray Chandra Purnama, menyatakan pihaknya terus mematangkan koordinasi dengan Pemkab Minut. Seluruh pembiayaan forum internasional ini akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak Rare.
Rangkaian kegiatan nantinya meliputi:
• High-Level Forum: Diskusi kebijakan pesisir global.
• Field Trip: Kunjungan lapangan ke Pulau Gangga untuk melihat langsung lokasi PAAP.
• Awarding: Pemberian penghargaan bagi daerah dengan praktik laut berkelanjutan terbaik.
Momentum ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Minut dalam diplomasi lingkungan global, tetapi juga memberikan efek domino bagi sektor pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang.
(Billy)
(Billy)






