JAKARTA — Kompassulut.com. Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, menghadiri rapat kolaborasi dan kerja sama strategis multisektor dalam pembangunan desa dan perdesaan bersama China Investment Association. Pertemuan penting ini diinisiasi oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Republik Indonesia di Gedung Utama Kemendes PDT, Jakarta Selatan.
Undangan tersebut didasarkan pada surat Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Nomor 134/PDP.03.04/X/2026 yang diterbitkan pada 16 Oktober 2026. Selain Bupati Minahasa Utara, agenda strategis ini juga dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tengah serta para bupati dari Nias Utara, Indragiri Hilir, Lombok Utara, dan Tulungagung.
Pertemuan ini dimanfaatkan oleh Bupati Joune Ganda sebagai peluang emas untuk memperkenalkan potensi komoditas unggulan daerah—khususnya kelapa—sekaligus mendorong pengembangan industri pengolahan yang berorientasi pada nilai tambah.
Bupati menegaskan bahwa hilirisasi kelapa merupakan langkah mutlak untuk mendongkrak daya saing perkebunan di Minahasa Utara. Menurutnya, pengelolaan komoditas tidak boleh lagi sebatas menjual bahan mentah (raw materials), melainkan harus bertransformasi menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
“Hilirisasi kelapa akan memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan nilai tambah, penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan pendapatan petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.”
Langkah penguatan industri pengolahan ini diyakini mampu memperkokoh posisi Minahasa Utara sebagai salah satu sentra kelapa utama di Indonesia. Melalui kemitraan internasional dengan pihak ketiga, pemkab berupaya memperluas akses pasar, membuka jaringan perdagangan global, dan mendiversifikasi produk turunan kelapa.
Dikenal dengan julukan Primadona Kelapa, Minahasa Utara memiliki topografi perkebunan yang luas. Berdasarkan data wilayah, kabupaten ini memiliki luas sekitar 105.924 hektare, yang mencakup 10 kecamatan, 125 desa, dan 6 kelurahan, dengan jumlah penduduk mencapai 237.710 jiwa.
Selain kelapa, sektor pertanian dan perkebunan daerah ini juga ditopang oleh komoditas unggulan lainnya seperti:
• Pala (memiliki potensi besar melalui diversifikasi produk dan peningkatan kapasitas produksi).
• Jagung (sebagai penguat ekonomi berbasis potensi lokal).
Di samping sektor perkebunan dan industri pengolahan, perekonomian Minahasa Utara turut didorong oleh sektor pariwisata, terutamanya Kawasan Likupang yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Melalui penjajakan kerja sama lintas sektor ini, Bupati Joune Ganda berharap pembangunan di tingkat desa tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik atau infrastruktur semata. Lebih dari itu, pembangunan diarahkan pada penguatan ekonomi produktif, peningkatan kesejahteraan petani, serta penciptaan kesempatan kerja yang luas di perdesaan.
Kemitraan strategis dengan investor internasional diharapkan mampu membuka jalur distribusi perdagangan bagi produk-produk unggulan Minahasa Utara agar mampu menembus pasar global secara berkelanjutan
(Billy)
Beranda Minut Bupati Minahasa Utara Dorong Hilirisasi Kelapa Lewat Kerja Sama Strategis Bersama Kemendes...






