Beranda Minut Pemkab Minahasa Utara Umumkan 12 Kelompok Pemuda Penerima Microgrant YCAF 2026, Dorong...

Pemkab Minahasa Utara Umumkan 12 Kelompok Pemuda Penerima Microgrant YCAF 2026, Dorong Aksi Nyata Hadapi Perubahan Iklim

8
0

​MINAHASA UTARA – Kompassulut.com. Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara terus memperkuat komitmen pemberdayaan generasi muda dalam menghadapi perubahan iklim melalui program Youth Climate Action Fund (YCAF) North Minahasa Tahun 2026.
​Mewakili Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune James Esau Ganda, SE., MAP., MM., MSi, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara, Ir. Novly Geret Wowiling, M.Si., secara resmi membuka kegiatan pengumuman hasil penilaian Dewan Juri Independen sekaligus penetapan kelompok pemuda penerima Microgrant YCAF North Minahasa 2026.
​Sebanyak 12 dari 54 kelompok pemuda terpilih berdasarkan hasil penilaian Dewan Juri Independen untuk memperoleh dukungan pendanaan sebesar USD 1.000 hingga USD 5.000 per kelompok guna melaksanakan proyek inovatif yang berkontribusi terhadap penanganan perubahan iklim. Pemilihan ini merupakan hasil seleksi dari tahap presentasi 20 besar sebelumnya.
​Program yang didukung Bloomberg Philanthropies ini memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menghadirkan solusi nyata di bidang:
• ​Pengelolaan sampah
• ​Konservasi mangrove dan terumbu karang
• ​Ketahanan pangan
• ​Pengelolaan sumber daya air
• ​Pemanfaatan teknologi untuk mitigasi perubahan iklim
​Dalam sambutan Bupati yang disampaikan Sekretaris Daerah, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara memberikan apresiasi kepada seluruh kelompok pemuda yang telah berpartisipasi. Bupati menekankan bahwa keterlibatan generasi muda merupakan bagian penting dari upaya membangun Minahasa Utara yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
​”Program Youth Climate Action Fund bukan sekadar kompetisi gagasan, melainkan kesempatan bagi generasi muda untuk membuktikan bahwa kreativitas, inovasi, dan kepedulian mereka mampu menghadirkan perubahan nyata bagi lingkungan dan masyarakat.”
— Dr. Joune James Esau Ganda, SE., MAP., MM., MSi (Bupati Minahasa Utara)

​Bupati berharap pendanaan yang diterima dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab, menghasilkan dampak nyata, serta menjadi awal dari gerakan lingkungan yang berkelanjutan.
​Penetapan kelompok penerima microgrant dilaksanakan berdasarkan hasil penilaian Dewan Juri Independen yang melibatkan lima akademisi dan profesional dari berbagai disiplin ilmu, yaitu:
• ​Bobby Hamenda, M.Si., MIntDevEc (Akademisi Universitas Negeri Manado)
• ​Dr. Lady Grace Jane Giroth, S.S., M.Si., M.Pd. (Akademisi Universitas Pembangunan Indonesia Manado)
• ​Hizkia H. D. Tasik, Ph.D. (Akademisi Universitas Sam Ratulangi)
• ​Mercy Maggy Franky Rampengan, S.Pi., M.App.Sc., Ph.D. (Akademisi Universitas Negeri Manado)
• ​Piet Hein Pusung, S.STP., M.Si. (Akademisi Institut Pemerintahan Dalam Negeri)
​Berdasarkan urutan peringkat dari Dewan Juri Independen, berikut adalah 12 kelompok penerima dukungan pendanaan:
• ​Fountaine Squad – SMA UNKLAB — Proyek: Solar Water Harvesting Pintar
• ​Karang Taruna Desa Kinabuhutan — Proyek: Integrasi Pengolahan Sampah Pesisir dan Konservasi Mangrove Berbasis Ekonomi Komunitas
• ​Pemuda Katolik Komisariat Minahasa Utara — Proyek: Darunu Youth Mangrove Resilience
• ​Terra Rangers SMA UNKLAB — Proyek: Fire-Risk IoT Station: Pilot Pemantauan Risiko Kebakaran Hutan dan Peringatan Dini Berbasis Masyarakat
• ​Pemuda Selam Seluruh Indonesia — Proyek: Youth Coral Guardians
• ​SMP Negeri 3 Likupang Timur — Proyek: Garda Laut Muda: Aksi Akselerasi Restorasi Terumbu Karang dan Mitigasi Dampak Perubahan Iklim
• ​SMK Laikit – UKS INTI — Proyek: MINA SIRKULAR Berbasis BSF
• ​KPA Likupang — Proyek: Minahasa Utara Green Resilience Project: Torang Jaga Alam, Alam Jaga Torang
• ​Garda Mangrove Palaes — Proyek: Mangrove Pesisir dan Lingkungan Laut
• ​Mangrove Youth Guardians Mantehage — Proyek: Pemuda Bergerak untuk Restorasi Mangrove: Membangun Pesisir Pulau Mantehage yang Tangguh terhadap Perubahan Iklim
• ​Tim Pemuda Peduli Iklim Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Klabat — Proyek: Jaga Likupang: Restorasi Mangrove dan Pesisir Bebas Sampah oleh Pemuda untuk Wisata Berkelanjutan Minahasa Utara
• ​Pemuda Bahari Gangga I — Proyek: Waste Recycling For a Healthy Environment
​City Lead YCAF North Minahasa 2026, Sefferson Sumampouw, S.STP., S.IP., M.Si. (yang juga menjabat Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Minahasa Utara), menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini memiliki tantangan tersendiri mengingat karakteristik geografis Minahasa Utara yang meliputi daratan, pesisir, dan kepulauan.
​Salah satu prioritas utama adalah memastikan generasi muda di wilayah kepulauan tetap memperoleh kesempatan berpartisipasi meski menghadapi keterbatasan akses jaringan internet, transportasi, dan informasi. Tim YCAF North Minahasa pun melakukan pendekatan langsung melalui sosialisasi, outreach, dan pendampingan ke berbagai pulau seperti Bangka, Gangga, Talise, Nain, dan Mantehage.
​”Kami ingin memastikan bahwa kesempatan mengikuti YCAF terbuka bagi generasi muda di seluruh wilayah Minahasa Utara, termasuk mereka yang berada di pulau-pulau. Potensi dan kreativitas pemuda tidak boleh dibatasi oleh kondisi geografis,” ujar Sefferson.

​Ia menambahkan bahwa pengumuman penerima microgrant ini adalah awal dari tahapan penting berikutnya, yaitu pelaksanaan proyek, penguatan kapasitas penerima, serta pemantauan dampak kegiatan secara berkala.
​Program YCAF North Minahasa 2026 membuktikan bahwa kerja sama internasional—melalui dukungan Bloomberg Philanthropies dan kolaborasi mitra global—mampu memberikan manfaat konkret bagi masyarakat lokal. Melalui inisiatif ini, generasi muda Minahasa Utara mendapatkan akses terhadap pendanaan, pengembangan kapasitas, jejaring luas, serta ruang untuk mewujudkan gagasan inovatif mereka.
​Langkah ini sejalan dengan komitmen kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung dalam mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. Dari Minahasa Utara, generasi muda kembali membuktikan bahwa aksi lokal mampu menjadi bagian penting dari solusi global dalam menghadapi perubahan iklim.
​(Billy)

Artikulli paraprakMinahasa Utara Berjaya di Bidang Kesehatan: AHH dan IPM Naik Signifikan di Bawah Kepemimpinan Bupati Joune Ganda
Artikulli tjetërWujud Nyata Ketahanan Pangan, KORPRI Minahasa Utara Sukses Galakkan Gerakan Tanam 5.000 Pohon Cabai

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini