Airmadidi — Kompassulut.com.Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) terus bergerak cepat dalam merespons musibah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Gunung Klabat. Berkolaborasi dengan TNI-Polri dan jajaran relawan, Pemkab Minut bahu-membahu memadamkan sebaran titik api agar tidak meluas.
Komitmen dan keseriusan penanganan ini ditunjukkan langsung oleh Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, saat meninjau Posko Relawan Karhutla di Kompleks Perkantoran Pemkab Minut, Kamis (1/10/2026). Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memastikan seluruh ketersediaan logistik dan kebutuhan para petugas di lapangan terpenuhi.
Dukungan konkret yang disalurkan Pemkab Minut mencakup pendirian dapur umum, penyediaan layanan kesehatan beserta obat-obatan, hingga pemenuhan kebutuhan operasional relawan seperti tenda penampungan dan bahan makanan pendukung tugas pemadaman.
Dalam keterangannya, Bupati Joune Ganda menegaskan bahwa Posko Karhutla memegang peranan vital sebagai pusat komando dan koordinasi lintas sektor.
“Setelah mendapat laporan terkait Karhutla di Gunung Klabat, saya langsung meninjau posko yang didirikan Pemkab Minut. Posko ini melibatkan berbagai stakeholder, di antaranya Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Damkar, TNI-Polri, serta kelompok masyarakat peduli api yang sudah terlatih,” ujar Joune Ganda.
Bupati menambahkan, pemantauan dilakukan secara berkala guna mengupdate perkembangan terkini di lapangan serta menyusun langkah mitigasi lanjutan.
“Kunjungan ini dilakukan untuk mendapatkan informasi terbaru terkait penanganan Karhutla di Gunung Klabat. Perkembangan di lapangan terus saya pantau setiap saat. Kami menerima banyak informasi penting serta membahas langkah mitigasi yang akan dilakukan Pemkab ke depan,” jelasnya.
Ancaman Menuju Hutan Lindung dan Kendala Lapangan
Joune Ganda tidak menampik adanya kekhawatiran terkait potensi pergeseran titik api yang kian mendekati kawasan rawan.
“Titik api cukup banyak dan dikhawatirkan mengarah ke permukiman. Bahkan saat ini, titik api sudah mengarah ke kawasan yang kita khawatirkan, yakni hutan lindung. Ada beberapa skenario yang menjadi pertimbangan karena dampaknya akan luar biasa. Jika titik api terus naik ke atas, tentunya penanganan akan jauh lebih sulit,” kataya.
Menurutnya, terdapat dua faktor utama yang memicu api cepat membesar dan menyebar di area Gunung Klabat:
• Material Kering Penutup Tanah: Tumpukan kayu dan daun kering yang menumpuk bertahun-tahun menjadi bahan bakar alami yang sangat mudah terbakar.
• Penyebaran Bawah Permukaan (Ground Fire): Api menyebar melalui bawah permukaan tanah atau jalur akar pohon, yang mempercepat perluasan sekaligus menyulitkan proses pemadaman darat.
Selain ancaman kerusakan lingkungan, Joune Ganda memaparkan dampak lanjutan yang berpotensi mengganggu stabilitas wilayah.
“Ini menjadi kekhawatiran kami, karena efek asap akibat kebakaran hutan dapat berdampak pada penerbangan dan juga mengganggu kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Menutup keterangannya, Bupati menegaskan bahwa strategi penanganan Karhutla tidak boleh hanya berfokus pada aksi pemadaman saat api muncul, melainkan harus dibarengi upaya pencegahan kolektif. Seluruh potensi daerah akan dimaksimalkan guna mencegah api merambat lebih jauh ke kawasan inti hutan lindung Gunung Klabat.
(Billy)
Beranda Minut Tangani Karhutla Gunung Klabat, Bupati Joune Ganda Tinjau Posko Relawan dan Pastikan...






