MANADO — Kompassulut.com. Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, secara resmi membuka Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) ke-82 Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) yang berlangsung di Grand Ballroom Manado Convention Center (MCC) Boulevard, Manado, Kamis (24/9/2026). Perhelatan strategis ini mengusung tema “Jesus at the Center” dengan fokus utama pembahasan pada agenda Revisi Tata Gereja GMIM di Wilayah Manado Barat Daya.
Rangkaian acara diawali dengan ibadah pembuka yang dipimpin oleh Ketua Sinode GMIM, Pdt. Dr. Adolf K. Wenas, M.Th. Dalam sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus menggarisbawahi pentingnya pelaksanaan SMSI bagi keberlanjutan serta masa depan pelayanan GMIM di Sulawesi Utara.
“Sidang Majelis Sinode Istimewa memiliki arti yang sangat penting bagi perjalanan pelayanan gereja. Ini bukan sekadar agenda organisasi gerejawi, melainkan momentum untuk memikirkan, membicarakan, dan menetapkan arah kehidupan pelayanan ke depan secara bersama-sama. Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, saya menyampaikan selamat melaksanakan sidang ini,” ujar Gubernur Yulius.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Recky Harry Langie, mengajak seluruh peserta untuk melepaskan kepentingan pribadi maupun kelompok, serta menempatkan Kristus sebagai pusat dalam setiap pengambilan keputusan.
“Kita hadir di sini dalam kapasitas panggilan iman untuk pekerjaan Tuhan. Kepentingan kita hanya untuk Yesus Kristus, Jesus at the center. Saya meyakini jika kita fokus kepada-Nya, hikmat Tuhan akan tercurah sehingga ide dan gagasan yang dituangkan dalam Tata Gereja ini benar-benar membawa pesan Tuhan,” tutur Recky.
Recky memaparkan tiga esensi utama dalam proses revisi Tata Gereja GMIM tahun 2026, yakni:
• Perbaikan: Memperbaiki aspek yang kurang tepat dari regulasi sebelumnya.
• Perubahan: Menyesuaikan aturan dengan dinamika serta kebutuhan perkembangan organisasi saat ini.
• Penyempurnaan: Meningkatkan kualitas dan mutu Tata Gereja demi pelayanan yang lebih relevan dan berdampak.
Ia berharap SMSI ke-82 ini dapat melahirkan keputusan berkualitas melalui produk Tata Gereja baru demi kemuliaan nama Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja.
(Billy)






