MINAHASA UTARA –Kompassulut.com. Komitmen Bupati Minut Dr. Joune Ganda untuk terus bekerja keras demi kesejahteraan masyarakat, khususnya di tanah Tonsea, kembali dibuktikan lewat langkah nyata. Mengusung tagline mendalam “Rakyatku Keluargaku”, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara
bergerak cepat memperkuat dan memastikan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) dalam kondisi aman dan mencukupi, terutama untuk mengantisipasi penanganan darurat bencana.
Kepala Dinas Pangan Kabupaten Minahasa Utara, Asriyadi Lalompoh, SSTP., MAP., menegaskan bahwa ketersediaan CPPD sangat krusial dalam menghadapi situasi darurat seperti bencana alam maupun potensi gejolak harga pangan di pasar.
“CPPD di Kabupaten Minut difungsikan sebagai instrumen vital untuk merespons bencana alam maupun sosial secara cepat dan fleksibel. Saat ini, CPPD Minahasa Utara memiliki stok 19,80 ton beras dari target yang harus dipenuhi sebesar 15,80 ton. Artinya, capaian Pemkab Minahasa Utara saat ini berada di posisi 125 persen,” ujar Asriyadi.
Dengan capaian yang melebihi target tersebut, Pemkab Minut menyatakan kesiapannya dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus melindungi warga dari dampak buruk krisis pangan.
“Kami terus berupaya meningkatkan ketersediaan pangan untuk masyarakat, terutama dalam menghadapi situasi darurat seperti bencana alam atau gejolak harga pangan,” tambahnya.
Langkah strategis penguatan cadangan pangan ini juga merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang telah dituangkan dalam Peraturan Gubernur Sulawesi Utara.
Kadis Asriyadi Lalompoh menjelaskan, alokasi CPPD Minahasa Utara ini nantinya akan disalurkan khusus bagi rumah tangga rawan pangan yang terdampak langsung oleh keadaan darurat—baik bencana alam, non-alam, bencana sosial, hingga lonjakan harga yang ekstrem.
“Sasarannya by name, jadi hanya untuk masyarakat yang benar-benar terdampak,” tegasnya secara lurus.
Melalui penguatan cadangan pangan yang matang ini, Pemkab Minahasa Utara berharap upaya perlindungan bagi masyarakat rentan dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan.
“Kami akan terus bekerja keras untuk memastikan ketersediaan pangan yang memadai bagi seluruh masyarakat Minahasa Utara,” pungkasnya.
(Billy)





